PUTUSKAN PRAKERIN SISWA, Pemkot Surabaya Langgar Aturan Pemerintah

Diposting pada: 2019-02-06, oleh : R.M Habibi, Kategori: Prestasi Anak SMK

Pemkot dinilai melanggar Inpres no 9 tahun 2016 tentang dukungan untuk mensukseskan program vokasional.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan, keputusan untuk menghentikan praktek kerja industri terhadap siswa SMK merupakan kebijakan yang melanggar aturan. Berdasarkan inpres no 9 tahun 2016, sudah seharusnya pemerintah daerah dan kementerian terkait mendukung program vokasional. Sebab, vokasional menjadi program utama pemerintah pusat  yang harus didukung semua pihak.

“Jadi kebijakan itu (vokasional) harus didukung semua pihak. Tidak hanya sekedar bijak menyikapinya,” katanya.

Saiful menerangkan hingga saat ini pihkanya belum mendapatkan detail laporan jumlah sekolah yang siswanya terdampak dari pemberhentian prakerin sepihak tersebut. Namun menurut dia, persoalan prakerin tidak perlu menunggu rekomendasi dari pemerintah provinsi (Pemprov). Jika dilakukan itu, maka akan menyulitkan siswa dalam menjalankan program magang kerja industri tersebut.

“Misal ada siswa yang prakerin di luar pulau atau luar kota ini kasihan siswanya. Bisa-bisa mereka tidak praktek-praktek karena menunggu hasil rekomendasi pusat,” ujarnya.

Sebenarnya, pelaksaan prakerin merupakan otorisasi masing-masing sekolah kejuruan. Yang terpenting, jelas dia, tempat layanan memenuhi sarat laik untuk pengembangan kompetensi yang dimiliki siswa.

“Jika menunggu rekom Pemprov ini tidak relevan sekali. Kecuali jika rekom itu ditujukan untuk kepentingan penelitian di bidang politik. Nah ini baru bisa,” ungkap dia.

Namun jika pihak Pemkot tetap melakukan penghentian secara signifikan, itu akan berdampak pada terganggunya proses praktek belajar mengajar siswa. “Ini kan (siswa) juga anak-anak mereka. Bagian dari warga Surabaya, kenapa kok cari ilmu dipersulit?” tanya Saiful.

Untuk itu, ia berencana mengumpulkan seluruh pihak MKKS Kota Surabaya untuk mengklarifikasikan kebenaran dari persoalan yang terjadi. “Ya jika semua data sudah terkumpul kita akan kumpulkan mereka,” tegas dia.arif

sumber : realita.co


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id